Minggu, 24 Oktober 2010
cerita lain tentang vira
Jumat, 17 September 2010
dendam
"vira, aku akan melamarmu" kataku pada vira"oh, ya ? kapan ?" jawab vira penuh kebahagiaan"setelah aku memperkenalkanmu kepada nenekku. dia ingin bertemu dan berbagi cerita denganmu. tentang keluargaku, hidupnya, dan dia juga ingin tau cerita darimu. nenekku berada di kampung halamanku, Pamekasan" kataku penuh dengan campur aduk perasaan."kapan kita kesana ?" jawab vira"besok, jika kau siap." sergahku"Oke. jemput aku jam 12 siang ya."
"pengecut kalian semua. apakah kalian tidak bisa melawan si Dayat bajingan itu ? pengecut kalian semua." teriak Thalib nyaring dan penuh amarah
"pengecut kalian semua, kalian semua tega. membiarkan istriku dibawa oleh Dayat. kalian semua pengecut. bangsat. anjing kalian semua!!" umpat Thalib
"anjing kalian semua. kalian takut terhadap orang yang tidak percaya Tuhan itu ? kalian takut ? bajingan kalian semua." pekik Thalib meratapi keadaannya sekarang
"pergilah kau, sejauh mungkin. pergilah bersama Tuhanmu. aku tidak percaya Tuhan. hahahaha." umpat Dayat terhadap kyai saat dia sedang mencumbui wanita di depan umum.
"hai kalian para penduduk kampung. jika Thalib ingin istrinya kembali, katakan padanya aku tunggu dirumahku." teriak Dayat
"bangsat kau Dayat!!!!" teriak Thalib ke angkasa."aku akan kesana, mengambil istriku lalu membunuh Dayat. aku ingin memasang tengkorak yang tidak punya Tuhan itu didepan kamarku.""siapa yang mau membantu aku ?"
"baik Thalib. aku ikut denganmu, bersama 4 kawanku. kami sudah kesal dengan tingkah laku Dayat." Jamil sahabatnya datang bersamaan dengan 4 orang pemuda kampung."terima kasih kawan. tapi menghadapi mereka kita butuh rencana, mari kita berunding." seru Thalib.
"baik kita pergi ke rumah Dayat memutar lewat belakang, melewati sawah desa Maddis lalu turun ke sungai. aku yakin dayat telah menyiagakan tukang pukulnya. jadi kita harus hati - hati." rencana yang dipaparkan oleh Jamil"baik ayo segera kita kesana. aku sudah tidak sabar ingin menyemelih leher orang Atheis itu." kata Thalib
"istriku, demi anak kita. benih yang kita perbuat. dan demi tanah kelahiranku. aku akan membalaskan dendam ini. melanjutkan kisah ayahku yang abadi."
"kalian semua jangan keluar dulu sebelum aku memberi tanda. mengerti kalian." suruh Thalib"jamil kau pergi kebelakang rumah Dayat, aku yakin istriku ada dibelakan sana. aku akan menarik perhatian mereka."
"hai Dayat, orang gila, tidak punya Tuhan. keluar kau. akan kusembelih lehermu, menggantung tengkorak busukmu didepan kamarku!" teriak Thalib lantang.
"istriku, demi anak kita. benih yang kita perbuat. dan demi tanah kelahiranku. aku akan membalaskan dendam ini. melanjutkan kisah ayahku yang abadi."
"istriku, demi anak kita. benih yang kita perbuat. dan demi tanah kelahiranku. aku akan membalaskan dendam ini. melanjutkan kisah ayahku yang abadi."
"istriku, demi anak kita. benih yang kita perbuat. dan demi tanah kelahiranku. aku akan membalaskan dendam ini. melanjutkan kisah ayahku yang abadi."
"haruskah aku membatalkan pernikahanku atas nama keluarga, latar belakang agama ? aku tau sejak awal, bahwa aku dan Vira berbeda agama. tapi apakah aku harus membatalkan ini. menarik kembali ucapanku ? lalu bagaimana dengan cintaku ? haruskah ? astaghfirullah, ya Alah bantulah hambaMu ini."
Minggu, 05 September 2010
untittled
Selasa, 24 Agustus 2010
senyum
terkadang
cinta berawal dari saling bertukar senyum
walau kita sendiri sering salah mengartikan senyum itu
dari sebuah senyumlah
kau menyadarkanku
bahwa di tempat ini
ada dirimu
. . .
hari itu aku berangkat ke sekolah dengan perasaan biasa, padahal hari itu adalah UAS. yah, seperti biasa. setiap tahun selalu ada moment ini. tidak seperti UAS ku yang lain. entah kenapa bagian kurikulum sengaja menyampur kelas ku dengan kelas sebelah. hanya sedikit kelas sebelah yang aku kenal, jadi yah begitu. aku sering diam di kelas saat UAS.
hari pertama aku hanya mengamati anak - anak kelas sebelah, perilaku mereka tidak berbeda jauh dengan kelasku. lucu dan menggemaskan. walau aku tidak terlalu akrab dengan kelas tersebut. seperti biasa, aku belajar dengan sebagian teman kelas ku yang terdampar di ruangan UAS ini.
FISIKA
aku ingat pelajaran kesukaan orang stres ini. tapi kenapa aku dulu juga sempat suka. i dont know lah. hahahahaha.
suasana saat mata pelajaran ini di UAS kan sangat berbeda. tenang dan 30 menit setelahnya agak berisik. aku yang tidak bisa banyak juga menjadi bagian dari pembuat kebisingan itu. yak nomor demi nomor telah terisi, tinggal menunggu pengumpulan kertas ujian ini.
sambil menunggu, aku melihat sekeliling. melihat remaja - remaja yang kebingungan mengerjai soal ini. entah kenapa pandangan ini tertegun pada satu sosok wanita. hey, kenapa aku ini. seperti tidak pernah melihat wanita saja. berulang kali aku melihatnya, yasudahlah aku tidur saja daripada aku terus melihat dia.
(bel berbunyi)
selesai juga 2 jam waktu pengerjaan UAS kali ini. entah kenapa aku ingin melihat kebelakang. ketika aku menengok, jantung ini berdetak dengan irama berbeda. aku melihat wanita itu, dan wanita itu juga. aku tidak tahu harus apa. dasar remaja aneh. hahahaha, aku melempar senyuman kepadanya dan dia membalas. sebuah hal yang berbeda dengan senyuman wanita lain.
"apaan sih" perkataan dalam hati
yasudahlah, aku bergegas mengumpulkan lembar ujian dan keluar kelas. tak habis pikir, hahahahah. di luar sana aku melihat wanita itu, aku mengejarnya.
"hai tunggu, namamu siapa ?" aku bertanya dengan tampang tak berdosa
"mawar, kamu siapa?" dia menjawab dengan senyum
"joni"
dia lalu berlalu dan aku diam di tempat, tak habis pikir kenapa wanita itu ada di pikiranku hingga saat ini.
. . .
tahiti 80 - heartbeat
Kamis, 05 Agustus 2010
teman yang lain : akhir yang tidak manis
"ajak makan malem di pinggir pantai aja. pake lilin gitu""lu sewa restaurant. terus lu kasih musik - musik melow gitu. beuhhh... romantis abis itu""lu ke restaurant. pesen minum, terus didalemnya kasih cincin. keren tuh yan"
"kamu jahat banget. bikin aku kaget tahu"
"sayang, kalo kamu menerima kuliah itu. kita berpisah dong. aku jadi jarang bertemu kamu lagi"
"aku cinta kamu"
"aku rindu"
"aku rindu kamu"
"istirahat ya sayang. esok kita akan bertemu"
"rian, aku ingin mengutarakan maksudku""iya kenapa mira ?""jujur, aku tidak tega mengatakan ini""kenapa mira? katakan saja""jujur, aku tidak kuat kalau kita seperti ini""maksudmu?""aku ingin meminta pendapatmu, jarak kita sudah jauh. dan aku tidak kuat untuk berhubungan jarak jauh denganmu. maaf rian""sebentar mira, apa maksudmu?""aku minta kebijaksanaan kamu. yang jelas aku bukan wanita yang seperti itu. maaf rian"
Kamis, 29 Juli 2010
tukang kebab
"ya Allah, jika dia baik untukku. beri aku kesempatan menjadi bagian hidupnya"
"yaudah si. masih banyak wanita yang lain. lu masih muda""udah putusin aje, kagak ada kerjaan lu. setia amat dah""cewek tuh gak cuma satu. masih banyak. slow aja""jodoh ditangan tuhan boy, slow aja"
1. tidak salah untuk berdoa seperti itu kepada Allah, malah kata Allah "Aku tidak tega untuk menolak doa hambaku"2. ya memang hidup lo ditentuin ama lo. kalo lu mau jatohin jodoh lu sekarang, kenapa gak ? mungkin aja dia jadi jodoh lu sebenarnya kan ? so why ?3. gua cuma bisa mengAMINi semua doa temen gua itu
Selasa, 27 Juli 2010
romatis peristiwa
"hei, besok pagi ada acara ?" kataku"tidak, kenapa ?" katanya"bagaimana kalo besok pagi aku jemput kamu dan kita pergi ke kota tua ?" kataku"oke, jam 9 pagi ya. awas jangan telat" katanya
"hei kenapa malam belum terlewati, cepatlah. aku tidak sabar"
"assalamualaikum""waalaikumsalam""ayo kita berangkat"
Jumat, 23 Juli 2010
romantis terasa
"aku suka kamu" kataku
"aku suka kamu"
"terima kasih" setelah sekian lama, hanya itu kata - kata darimu.
"sama - sama" hanya itu kata - kataku. lalu aku mengajakmu memakan ice cream.