vira
aku minta maaf
jika aku datang padamu hanya dengan lembaran - lembaran palsu ini
maafkan aku
vira
jika kemarin aku pergi
aku menyesal
aku minta maaf
vira
semua cerita kita aku kenang melalui bait - bait surat ini
vira
jika surat ini hanya membuatmu sedih
aku minta maaf
memang
kepergian, lambaian tangan dan salam perpisahan
seperti tak punya perasaan
apalagi seperti yang kulakukan
vira
maafkan aku
sebab sejauh ini keberanianku
biarkan semua ini berjalan tanpa rekayasa
vira
aku hanya ingin bercerita
seperti biasa
saat kita menghabiskan waktu dengan syahdu
vira
aku hanya ingin bercerita
tetapi aku hanya bisa bercerita melalu kaca jendela kamarmu
sebab sebatas itu keberanianku
memang aku hanya pengecut
yang hanya bisa meninggalkanmu
vira
jika aku datang kembali kepadamu
aku berjanji untuk memenuhi janji waktu yang ku lewati bersamamu
vira
jika waktu tak cukup untuk memenuhi semua janjiku
maafkan aku
bukan maksudku meninggalkanmu begitu saja
memang
kepergian, lambaian tangan atau salam perpisahan
seperti tak punya perasaan
apalagi jika tidak memakai pesan
vira
jika aku datang kepadamu lagi
aku akan menjelma menjadi angin
menjauh darimu
karena aku tidak tega bertemu denganmu
karena hanya itu keberanianku
vira
aku ingin kau tahu perjalananku
tapi aku yakin kau pasti bosan dengan ceritaku
vira
jika kau tahu kepergianku yang menyisakan lubang pedih di perasaanmu
maafkanku
maafkan aku telah menyalakan lagi
cahaya masa lampau yang mungkin ingin kau buang
mengundang laron - laron zaman yang kau benci
maafkan aku
vira
jika suatu hari nanti aku datang
aku berjanji untuk menghapus semua kesalahanku
mengubah diriku menjadi orang lain
bersembunyi di balik pohon di depan kamarmu
melihatmu menanti di jendela kamarmu
vira maafkan aku
aku hanya bisa bersembunyi saat ini
aku tidak ingin membuka cahaya masa lampau yang telah kita lalui
mengundang laron - laron zaman
vira
seperti apa dirimu saat ini aku tidak tahu
sudah berubah atau tidak aku tidak tahu
asal kau tahu
aku berada di tempat yang sama seperti dirimu
tapi aku selalu bersembunyi
aku tidak ingin mengusik cahaya masa lalu yang telah lama redup
mengundang laron - laron musim hujan
yang menjadi saksi bisu cerita masa lalu kita
vira
aku menyesal dan minta maaf
sebab
kepergian,
lambaian tangan dan salam perpisahan
selalu seperti tak punya perasaan
apalagi jika kau melakukannya tanpa pesan
tapi waktu, semua akan berlalu
yang tersisa hanya kenangan
*terinsipirasi dari puisi untuk Azalea yang dibuat oleh tokoh "aku" dalam novel MPM karya Fahd Djibran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar