Minggu, 20 Februari 2011

rendevouz

Minggu – minggu ini adalah hari terberatku. Sampai akhirnya aku memutuskan menulis surat ini untukmu, Vira. Sejak saat itu, saat aku memutuskan untuk menghilang darimu, ya, menghilang, kata itu lebih halus daripada yang dipakai anak muda zaman sekarang. Meski itu berat, aku harus melaluinya.

Vira, aku tidak tahu apa yang kau rasa sejak kepergianku saat itu. Maaf, bukan maksudku meninggalkan perih di hatimu. Tapi aku harus memutuskan vira, bukankah kau pernah bilang bahwa laki – laki harus berani memutuskan ? aku selalu mengingat setiap kata – katamu dalam benakku, vira.

Bukan maksud kata – kataku ingin mengakhiri pertemanan kita, tapi aku hanya ingin menghilang, bukankah setiap laki – laki memiliki haknya untuk sendiri.

Vira, jika kau membaca surat ini dan kau masih merasa pedih setelah aku tinggalkan sejak saat itu, maafkan aku. Maafkan sifat ke-aku-an ku. Alasan – alasan yang aku lontarkan saat itu, memang tidak memperlihatkan ke-jantan-anku tapi, aku bingung vira. Aku bukanlah seorang yang pintar merangkai kata.

Vira, perlu kau ketahui, aku suka semua sifat ke-engkau-an mu, aku sama sekali tidak mempersalahkannya. Tapi, aku hanya perlu waktu untuk berpikir, waktu untuk sendiri, waktu untuk lebih dalam untuk mencintai ke-engkau-an mu.

Vira, memang kata – kata perpisahanku saat itu memang terlalu memperlihatkan ke-aku-an ku, tapi pahamilah Vira. Dengan kata – kata tersebut aku berusaha jujur pada diri sendiri.

Karena mencintaimu adalah jujur pada diriku sendiri.

Vira, ingatkah engkau, saat kita bersama – sama berjalan di pinggir sawah ? saat itu kakimu sangat kotor, dan yang kuketahui kau sangat risih dengan lumpur. Tapi, saat itu kau tidak terlihat seperti engkau, dan meskipun begitu, aku tetap mencintaimu.

Karena mencintaimu adalah mencintai engkau tanpa alasan

Vira, ingatkah saat aku pertama kali mengungkapkan cintaku. Aku mengingatnya jelas, melalu jendela kamarku, aku menulis surat ini dan mengingatnya tanpa kekaburan sama sekali. Saat itu kau sedang makan bersama teman – temanmu, tentu suasana saat itu sedang ramai sekali, aku memperkuat azzamku untuk menyatakan cintaku.

“vira, maukah engkau menjadi pacarku ?”

Dengan sebuah mawar aku mengatakannya, dan kau tersipu malu. Seakan – akan menolakku, pipimu merah, dan teman – temanmu menyorakimu. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku saat itu. Mengapa aku terlihat seperti laki – laki “gila” saat itu, Vira.

Tapi hari itu sangat mengembirakan bagiku, kau mengambil mawarku. Yang mungkin memiliki arti kau menerema cintaku, iya hanya mengambil mawarku reaksimu saat itu. Dan aku mengambil kesimpulan bahwa kau menerimaku.

Vira, ingatkah saat awal – awal aku mendekatimu, aku sangat tidak tahu bagaimana sifatmu, aku hanya bisa menerka melalui angin yang seolah memberitahu sifat ke-engkau-an mu. Setiap kali aku meng-sms-mu seringkali kau tidak menganggapiku, walau aku tahu, bukan, hanya menerka bahwa kau mengharapkan aku meng-sms-mu tapi karena sifat ke-engkau-an mu kau enggan membalasnya.

Vira, ingat saat kita pertama kali kencan ?, walau terkesan rencanaku itu gagal, tapi kau tetap menyukainya kan ? waktu itu, aku hanya berpikir mencari gedung tua kosong, mengadakan makan malam di atas sana, ya, aku hanya berpikir seperti itu. Aku bertanya kesana kemari untuk mencari sebuah gedung tua itu, senang sekali, karena aku menemukannya. Aku berusaha menyiapkannnya dan langsung mengajakmu tepatnya janjian denganmu.

Aku ingat, cuaca saat itu sedang tidak bersahabat dengan kita, tapi kita nekat, tepatnya menerobos rintik hujan, tapi aku tidak akan melupakan momen – momen itu. Kita sampai di tempat tujuan, kita senang, karena hujan saat itu berhenti. Aku ingat aku menutup matamu, membawamu ketempat yang aku persiapkan, lalu aku membuka matamu dan aku ingat sekali ekspresimu, kau, terlihat seperti engkau.

Vira, tujuanku menulis ini bukan untuk membuatmu bertambah sedih dengan kembali menghidupkan ingatan – ingatan masa lalu tentang kita, tentang masa lalu kita, tentang kesenangan yang kita lalui bersama.

Aku hanya ingin menyampaikan bahwa aku disini dalam keadaan yang baik – baik saja. Sekali lagi, aku minta maaf jika kepergianku saat ini membuatmu sedih. Aku hanya ingin memiliki waktu sendiri dan sedang berusaha jujur pada diriku sendiri. Karena mencintaimu adalah jujur pada diriku sendiri.

Mencintaimu adalah jujur pada diriku sendiri

bersamamu adalah saat - saat dimana aku menjadi diri sendiri, berusaha jujur tentang keadaan, perasaan, dan pikiranku tentang dirimu

Morning my dear
How is your life today?
I tried to sleep early cause i miss you and I

Cant wait to see your face
Cant wait to see your smile
I hate to be a boy who cant wait for too long

So sorry
That I cant always be with you
I can only wish god show me this feeling is true

Too many time
We've been spending together
Can it means that we have known each other

*
Keep on stick with me
Just hear my word and you will see

Reff:
Always care of you
Just that i wanna do
Im feeling like this just to you

And now i can see
That you hope we could be
High school never ending story

Morning dear – strip down the goody bag

Jakarta, 20 februari 2011

Minggu, 24 Oktober 2010

cerita lain tentang vira

hari ini adalah satu tahun sejak kau menerima aku menjadi pacar, dan aku seperti seorang yang merajut jalinan seperti ini. aku sibuk mempersiapkan sebuah perayaan kecil - kecilan untuk waktu yang selalu kita lewati. sejujurnya sejak dulu aku mempunyai obsesi untuk merayakan hal seperti ini.

. . .

"vira tutup matamu"
"untuk apa si, pakai tutup mata segala"
"sudah tutup mata saja lah"
"awas ya kalau kamu iseng"

sekarang kita di atas bangunan tua. menatap langit yang cerah. sungguh bintang yang menyala di timur sana sangat terang. entah rasi bintang apa itu, mungkin orion, ares, atau jupiter. tapi hiraukan saja, sekarang yang ada kita berdua. merayakan hubungan kita yang entah aku bingung, padahal inilah obsesiku.

. . .

"naga, ihhhh"
"kenapa vira ?"
"hihiihi"
"kamu senang kan ? "

sungguh mukamu sangat cerah sekali saat itu, mungkin benar lirik lagu BLG "maybe two is better than one" sejak setahun lalu aku sangat bahagia.

terima kasih vira, ayantyana vira dewi

Jumat, 17 September 2010

dendam

"vira, aku akan melamarmu" kataku pada vira
"oh, ya ? kapan ?" jawab vira penuh kebahagiaan
"setelah aku memperkenalkanmu kepada nenekku. dia ingin bertemu dan berbagi cerita denganmu. tentang keluargaku, hidupnya, dan dia juga ingin tau cerita darimu. nenekku berada di kampung halamanku, Pamekasan" kataku penuh dengan campur aduk perasaan.
"kapan kita kesana ?" jawab vira
"besok, jika kau siap." sergahku
"Oke. jemput aku jam 12 siang ya."

. . .

siang itu di desa pamaroh, Thalib terlihat kesal. sang jagoan desa tersebut membanting, menendang apapun yang ada disekitarnya. sementara penduduk tidak bisa berbuat apa - apa, mereka hanya diam sambil sesekali mengintip dari pintu dan jendela rumah mereka. rasa takut membuat mereka seperti pengecut yang hanya bisa berdiam diri dirumahnya.
"pengecut kalian semua. apakah kalian tidak bisa melawan si Dayat bajingan itu ? pengecut kalian semua." teriak Thalib nyaring dan penuh amarah
"pengecut kalian semua, kalian semua tega. membiarkan istriku dibawa oleh Dayat. kalian semua pengecut. bangsat. anjing kalian semua!!" umpat Thalib
tidak ada yang keluar dari rumah kayu berlapis daun - daun kering itu. mereka tidak bisa apa - apa, ketika Dayat sang juragan dan beberapa tukang pukulnya datang untuk membalaskan dendam pada Thalib. sebenarnya mereka punya cukup tenaga, tapi rasa takut telah membunuh tenaga itu. mereka tidak mau seperti Maulana, sekarang nasibnya semua tangan dan kakinya patah. istrinya diperkosa oleh tukang pukul Dayat. rasa takut itu yang membuat mereka tidak berani.

. . .

"anjing kalian semua. kalian takut terhadap orang yang tidak percaya Tuhan itu ? kalian takut ? bajingan kalian semua." pekik Thalib meratapi keadaannya sekarang
Jamil, sahabat Thalib mendekatinya. namun apa yang dijelaskan oleh Jamil tidak bisa menenangkan Thalib. malah dia diberi pukulan telak di perutnya.

sementara orang - orang kampung Pamaroh pun hanya sedikit yang keluar setelah Jamil dipukul. diam, berbisik - bisik, dan mengintip dari pintu rumah mereka masing - masing, yang bisa mereka lakukan. takut telah membungkus tenaga mereka untuk melangkah menenangkan Thalib.

. . .

Dayat dan 13 tukang pukulnya hari ini mendatangi desa Pamaroh, seperti biasa mereka hanya bersenang - senang, menyewa pelacur desa, dan membuat onar. terkadang mereka menidas warga di desa tersebut untuk meminta uang hasil keringat mereka. salah seorang kyai di desa tersebut berungkali mengingatkan Dayat, nampaknya tidak berhasil.
"pergilah kau, sejauh mungkin. pergilah bersama Tuhanmu. aku tidak percaya Tuhan. hahahaha." umpat Dayat terhadap kyai saat dia sedang mencumbui wanita di depan umum.
Dayat memang terkenal tidak percaya Tuhan, seringkali dia mengganggu warga yang sedang beribadah. sambil berteriak "aku tidak percaya Tuhan, coba datangkan Tuhan kalian sekarang!" Dia adalah keturunan saudagar kaya, menurut desas - desus dia membunuh ayaknya dan kakaknya agar dia mendapat warisan nan berlimpah. sehingga dia bisa menyewa tukang pukul dan menjadi salah satu orang yang paling ditakuti.

. . .

siang itu, Dayat datang kerumah Thalib. memaksa Thalib menyerahkan uang. tapi Thalib orang yang cukup berani. dia mengambil celurit dan menantang Dayat beserta tukang pukulnya. "hai kalian pengecut! jangan sekali - kali menginjakkan kaki kalian di bumi kelahiranku!"

di desa tersebut memang Thalib lah yang dikenal sebagai pemberani, dia adalah anak keturunan jagoan kampung. kekar dan berotot ciri - ciri fisik yang menggambarkan bahwa dia memang keturunan jagoan kampung.

"hari ini kau kumaafkan Thalib" seru Dayat dan mengajak tukang pukulnya pulang.

sejak saat itu, Dayat menaruh dendam pada Thalib. dia berjanji pada dirinya jika tidak dapat membunuh Thalib, dia akan membunuh semua istri - istrinya.

. . .

siang ini Dayat datang kembali ke desa Pamaroh untuk membalaskan dendamnya. dia langsung menuju rumah Thalib, mendobrak, menghancurkan perabotan rumahnya, dan menyuruh anak buahnya mengumpulkan kayu bakar. sepertinya dia berniat membakar rumahnya yang kala itu Thalib sedang pergi ke Sumenep untuk menjual padi hasil panennya.

Dayat tidak tahu kalau di dalam rumah ada Senja, istri Thalib. ketika api sudah menjalar, Senja langsung bangun dari tidurnya. keluar dan meminta pertolongan pada warga. tapi, warga hanya terdiam. takut akan kekuatan tukang pukul Dayat. Senja yang dalam kondisi hamil maju kehadapan Dayat, dia memukuli, mencakar Dayat. tapi apa daya, kekuatan wanita tidak sebanding dengan kekuatan pria.
"hai kalian para penduduk kampung. jika Thalib ingin istrinya kembali, katakan padanya aku tunggu dirumahku." teriak Dayat
Dayat pun menyuruh tukang pukulnya untuk mengikat dan membawanya ke rumahnya.

. . .

"bangsat kau Dayat!!!!" teriak Thalib ke angkasa.
"aku akan kesana, mengambil istriku lalu membunuh Dayat. aku ingin memasang tengkorak yang tidak punya Tuhan itu didepan kamarku."
"siapa yang mau membantu aku ?"
penduduk kampung yang berada di dalam rumahnya tidak ada yang keluar untuk menjawab tantangan Thalib. mereka terlalu takut terhadap tukang pukul Dayat. siapa yang berani melawan tukang pukul yang disewa Dayat, yang konon didatangkan dari negeri sebrang yang terkenal pendekar tangguhnya.

"baik Thalib. aku ikut denganmu, bersama 4 kawanku. kami sudah kesal dengan tingkah laku Dayat." Jamil sahabatnya datang bersamaan dengan 4 orang pemuda kampung.
"terima kasih kawan. tapi menghadapi mereka kita butuh rencana, mari kita berunding." seru Thalib.
mereka pun berunding di pendopo rumah Jamil.

. . .

"baik kita pergi ke rumah Dayat memutar lewat belakang, melewati sawah desa Maddis lalu turun ke sungai. aku yakin dayat telah menyiagakan tukang pukulnya. jadi kita harus hati - hati." rencana yang dipaparkan oleh Jamil
"baik ayo segera kita kesana. aku sudah tidak sabar ingin menyemelih leher orang Atheis itu." kata Thalib
Thalib menyiapkan celuritnya, warisan ayahnya yang kono telah merenggut nyawa banyak orang. mereka langsung berangkat tanpa persiapan yang memadai.
"istriku, demi anak kita. benih yang kita perbuat. dan demi tanah kelahiranku. aku akan membalaskan dendam ini. melanjutkan kisah ayahku yang abadi."

. . .

"kalian semua jangan keluar dulu sebelum aku memberi tanda. mengerti kalian." suruh Thalib
"jamil kau pergi kebelakang rumah Dayat, aku yakin istriku ada dibelakan sana. aku akan menarik perhatian mereka."
. . .

"hai Dayat, orang gila, tidak punya Tuhan. keluar kau. akan kusembelih lehermu, menggantung tengkorak busukmu didepan kamarku!" teriak Thalib lantang.
Dayat yang mendengar itu langsung keluar bersama 13 tukang pukulnya. giginya menggeretak kesal. tukang pukulnya langsung mengelilingi Thalib, mereka bersiap menghajarnya. sementara itu, Jamil masuk lewat pintu belakang. ternyata apa yang dikatakan Thalib benar. istrinya sedang terikat di kamar belakang Dayat. dengan sebilah pisau dia memutus tali tersebut, lalu mengajak Senja pergi dari rumah tersebut.

. . .

keadaan Thalib saat ini tidak menguntungkan, dia tidak bisa menyampaikan kode untuk kawan - kawannya yang bersembunyi. ke - 13 tukang pukul itu mengelilinginya, menutup ruang geraknya. sambil mengambil celurit dari pinganggnya dia berteriak.
"istriku, demi anak kita. benih yang kita perbuat. dan demi tanah kelahiranku. aku akan membalaskan dendam ini. melanjutkan kisah ayahku yang abadi."
tak ayal, perkelahian pun dimulai. Thalib yang sendirian tidak mampu menghadapi tukang pukul Dayat. perutnya robek karena sabetan celurit, darah mengucur deras. lehernya hampir putus, pandangannya semakin kabur. di detik - detik terakhir dia berusaha mengucapkan kembali kalimat penyemangatnya.
"istriku, demi anak kita. benih yang kita perbuat. dan demi tanah kelahiranku. aku akan membalaskan dendam ini. melanjutkan kisah ayahku yang abadi."
pandangannya semakin kabur dan nafasnya sudah habis. Thalib meninggal dan para kawannya yang bersembunyi lari tidak tahu arah. mereka berpikir jagoan mereka saja kalah, bagaimana dengan mereka. mereka kabur, rasa takut yang besar telah membunuh penyemangat mereka.
"istriku, demi anak kita. benih yang kita perbuat. dan demi tanah kelahiranku. aku akan membalaskan dendam ini. melanjutkan kisah ayahku yang abadi."
. . .

nenekku, Senja. menceritakan kisah memilukan tersebut kepadaku dan Vira. kami bertiga tidak bisa menahan air mata yang keluar tak berhenti. "berarti kakekku adalah Thalib?" batinku, dan ternyata Vira adalah keturunan dari Dayat. pembunuh kakekku, orang yang tidak mengakui adanya Tuhan. aku menjadi bingung.
"haruskah aku membatalkan pernikahanku atas nama keluarga, latar belakang agama ? aku tau sejak awal, bahwa aku dan Vira berbeda agama. tapi apakah aku harus membatalkan ini. menarik kembali ucapanku ? lalu bagaimana dengan cintaku ? haruskah ? astaghfirullah, ya Alah bantulah hambaMu ini."
*terinspirasi dari bab dendam di buku a cat in my eyes karya Fahd Djibran
*terinspirasi dari perbincangan dengan teman saat perjalanan pulang ke rumah di vespanya. terima kasih

Minggu, 05 September 2010

untittled

vira
aku minta maaf
jika aku datang padamu hanya dengan lembaran - lembaran palsu ini
maafkan aku

vira
jika kemarin aku pergi
aku menyesal
aku minta maaf

vira
semua cerita kita aku kenang melalui bait - bait surat ini

vira
jika surat ini hanya membuatmu sedih
aku minta maaf
memang
kepergian, lambaian tangan dan salam perpisahan
seperti tak punya perasaan
apalagi seperti yang kulakukan

vira
maafkan aku
sebab sejauh ini keberanianku
biarkan semua ini berjalan tanpa rekayasa

vira
aku hanya ingin bercerita
seperti biasa
saat kita menghabiskan waktu dengan syahdu

vira
aku hanya ingin bercerita
tetapi aku hanya bisa bercerita melalu kaca jendela kamarmu
sebab sebatas itu keberanianku

memang aku hanya pengecut
yang hanya bisa meninggalkanmu

vira
jika aku datang kembali kepadamu
aku berjanji untuk memenuhi janji waktu yang ku lewati bersamamu

vira
jika waktu tak cukup untuk memenuhi semua janjiku
maafkan aku
bukan maksudku meninggalkanmu begitu saja

memang
kepergian, lambaian tangan atau salam perpisahan
seperti tak punya perasaan
apalagi jika tidak memakai pesan

vira
jika aku datang kepadamu lagi
aku akan menjelma menjadi angin
menjauh darimu
karena aku tidak tega bertemu denganmu
karena hanya itu keberanianku

vira
aku ingin kau tahu perjalananku
tapi aku yakin kau pasti bosan dengan ceritaku

vira
jika kau tahu kepergianku yang menyisakan lubang pedih di perasaanmu
maafkanku
maafkan aku telah menyalakan lagi
cahaya masa lampau yang mungkin ingin kau buang
mengundang laron - laron zaman yang kau benci
maafkan aku

vira
jika suatu hari nanti aku datang
aku berjanji untuk menghapus semua kesalahanku
mengubah diriku menjadi orang lain
bersembunyi di balik pohon di depan kamarmu
melihatmu menanti di jendela kamarmu

vira maafkan aku
aku hanya bisa bersembunyi saat ini
aku tidak ingin membuka cahaya masa lampau yang telah kita lalui
mengundang laron - laron zaman

vira
seperti apa dirimu saat ini aku tidak tahu
sudah berubah atau tidak aku tidak tahu
asal kau tahu
aku berada di tempat yang sama seperti dirimu
tapi aku selalu bersembunyi

aku tidak ingin mengusik cahaya masa lalu yang telah lama redup
mengundang laron - laron musim hujan
yang menjadi saksi bisu cerita masa lalu kita

vira
aku menyesal dan minta maaf
sebab
kepergian,
lambaian tangan dan salam perpisahan
selalu seperti tak punya perasaan
apalagi jika kau melakukannya tanpa pesan

tapi waktu, semua akan berlalu
yang tersisa hanya kenangan




*terinsipirasi dari puisi untuk Azalea yang dibuat oleh tokoh "aku" dalam novel MPM karya Fahd Djibran

Selasa, 24 Agustus 2010

senyum

terkadang

cinta berawal dari saling bertukar senyum

walau kita sendiri sering salah mengartikan senyum itu


dari sebuah senyumlah

kau menyadarkanku

bahwa di tempat ini

ada dirimu


. . .


hari itu aku berangkat ke sekolah dengan perasaan biasa, padahal hari itu adalah UAS. yah, seperti biasa. setiap tahun selalu ada moment ini. tidak seperti UAS ku yang lain. entah kenapa bagian kurikulum sengaja menyampur kelas ku dengan kelas sebelah. hanya sedikit kelas sebelah yang aku kenal, jadi yah begitu. aku sering diam di kelas saat UAS.


hari pertama aku hanya mengamati anak - anak kelas sebelah, perilaku mereka tidak berbeda jauh dengan kelasku. lucu dan menggemaskan. walau aku tidak terlalu akrab dengan kelas tersebut. seperti biasa, aku belajar dengan sebagian teman kelas ku yang terdampar di ruangan UAS ini.


FISIKA

aku ingat pelajaran kesukaan orang stres ini. tapi kenapa aku dulu juga sempat suka. i dont know lah. hahahahaha.

suasana saat mata pelajaran ini di UAS kan sangat berbeda. tenang dan 30 menit setelahnya agak berisik. aku yang tidak bisa banyak juga menjadi bagian dari pembuat kebisingan itu. yak nomor demi nomor telah terisi, tinggal menunggu pengumpulan kertas ujian ini.


sambil menunggu, aku melihat sekeliling. melihat remaja - remaja yang kebingungan mengerjai soal ini. entah kenapa pandangan ini tertegun pada satu sosok wanita. hey, kenapa aku ini. seperti tidak pernah melihat wanita saja. berulang kali aku melihatnya, yasudahlah aku tidur saja daripada aku terus melihat dia.


(bel berbunyi)

selesai juga 2 jam waktu pengerjaan UAS kali ini. entah kenapa aku ingin melihat kebelakang. ketika aku menengok, jantung ini berdetak dengan irama berbeda. aku melihat wanita itu, dan wanita itu juga. aku tidak tahu harus apa. dasar remaja aneh. hahahaha, aku melempar senyuman kepadanya dan dia membalas. sebuah hal yang berbeda dengan senyuman wanita lain.


"apaan sih" perkataan dalam hati


yasudahlah, aku bergegas mengumpulkan lembar ujian dan keluar kelas. tak habis pikir, hahahahah. di luar sana aku melihat wanita itu, aku mengejarnya.


"hai tunggu, namamu siapa ?" aku bertanya dengan tampang tak berdosa

"mawar, kamu siapa?" dia menjawab dengan senyum

"joni"


dia lalu berlalu dan aku diam di tempat, tak habis pikir kenapa wanita itu ada di pikiranku hingga saat ini.


. . .


Enough for me is not much for you
Won't you forgive me that's all I can do
Can you feel my heartbeat
When I'm close to you

I'll never find another way to say
I love you more each day
It's quite romantic I know
That's how I wanna feel today...
I wanna feel this way

Can you feel my heartbeat
When I'm close to you

I'll never find another way to say
I love you more each day
It's quite romantic I know
That's how I wanna feel today
I wanna feel this way, today

Can you feel my heartbeat
Can you feel my heartbeat
Can you feel my heartbeat
When I'm close to you

I'll never find, no I'll never find
Another way to say
I love you more each day


tahiti 80 - heartbeat

Kamis, 05 Agustus 2010

teman yang lain : akhir yang tidak manis

aku teringat ketika kita berdua merayakan 2 tahun hubungan ini. aku meminta saran kepada teman - temanku bagaimana cara yang pas untuk meryakan ini.
"ajak makan malem di pinggir pantai aja. pake lilin gitu"
"lu sewa restaurant. terus lu kasih musik - musik melow gitu. beuhhh... romantis abis itu"
"lu ke restaurant. pesen minum, terus didalemnya kasih cincin. keren tuh yan"
tidak hanya itu saja. banyak sekali saran teman - temanku. terima kasih teman, tapi aku punya cara sendiri. maaf, rahasia ya. hehehehehehe....

. . .

aku ingat hari jadi kita pacaran. aku sudah bersekongkol dengan kakakmu, aku memintanya mengajakmu ke restaurant yang telah aku pesan. walau tidak untuk kita berdua, tapi rencana ini berhasil kan sayang ?
aku ingat, kamu sangat kaget melihat siapa pelayan restaurant ketika itu. aku lihat mukamu merah, mendidih. aku ingat kau langsung memelukku.
"kamu jahat banget. bikin aku kaget tahu"
aku ingat. ingat sekali moment - moment itu. walau rencana menaruh cincin di minumanmu gagal. tapi cara alternatfku berhasilkan sayang ? semoga kamu bahagia. aku cinta kamu

. . .

aku ingat kembali, banyak sekali moment yang kita lalui. aku ingat ketika kau mendapatkan kata "selamat" dari sebuah perguruan tinggi di negeri ini. aku ingat sekali betapa senangnya kamu. aku ingat, aku ajak kamu ke cafe dekat rumah kita. membagi kebahagiaan, walau saat itu aku belum mendapatkan kuliah. tapi entah kenapa aku ikut senang.
"sayang, kalo kamu menerima kuliah itu. kita berpisah dong. aku jadi jarang bertemu kamu lagi"
aku tahu memang aku kekanak - kanakan dengan pertanyaan seperti itu, tapi kau tahu sayang. kesenangan saati itu adalah sebuah kesedihan bagiku. aku belum siap untuk melakukan apa yang disebutkan oleh orang - orang long direct relationship aku belum siap. melihatmu saat itu. aku hanya bisa menyembunyikan perasaan ini.
"aku cinta kamu"
. . .

sayang, 2 jam sejak kau pergi ke timur sana untuk mendaftar ke perguruan tinggi itu. aku sudah tidak bisa merangkai kata lagi untuk mengucapkan
"aku rindu"
. . .

hari ini, genap sebulan kau tidak kembali dari sana sayang. sejak kau sibuk untuk tugas - tugas awal perkuliahan sayang. aku semakin rindu. suaramu di handphone tidak cukup sayang, balasan - balasan smsmu tidak cukup sayang. sudah, aku tidak punya kata - kata lagi untuk memajaskan kata
"aku rindu kamu"
. . .

hari ini aku senang, kau akan pulang. genap 1 bulan 7 hari 14 jam aku tidak melihat kamu langsung sayang. betapa rindunya ini. bagaimana nanti kalau kita berpisah untuk 4 tahun. aku sudah tidak tahu lagi.'
hari ini aku sudah berjanji untuk menjemputmu. tapi kenapa sayang, kenapa kau menolak untuk ku jemput ? kenapa ? sudahlah, yang penting esok kau sudah berjanji untuk bertemu ku. aku tahu kau lelah.
"istirahat ya sayang. esok kita akan bertemu"
. . .

hari ini aku mengatur sebuah acara untukmu. aku sudah merencanakannya matang - matang sejak kemarin. intinya kau akan senang hari ini.
"rian, aku ingin mengutarakan maksudku"
"iya kenapa mira ?"
"jujur, aku tidak tega mengatakan ini"
"kenapa mira? katakan saja"
"jujur, aku tidak kuat kalau kita seperti ini"
"maksudmu?"
"aku ingin meminta pendapatmu, jarak kita sudah jauh. dan aku tidak kuat untuk berhubungan jarak jauh denganmu. maaf rian"
"sebentar mira, apa maksudmu?"
"aku minta kebijaksanaan kamu. yang jelas aku bukan wanita yang seperti itu. maaf rian"
aku tahu memang susah untuk melakukan semua ini. tapi untuk 2 tahun setengah kenangan kita berdua. aku belum bisa. maaf, aku belum bisa memutuskan

. . .

Kelak kau ‘kan menjalani hidupmu sendiri
Melukai kenangan yang telah kita lalui
Yang tersisa hanya aku sendiri di sini
Kau akan terbang jauh menembus awan
Memulai kisah baru tanpa diriku

Seandainya kau tau ku tak ingin kau pergi
Meninggalkan ku sendiri bersama bayanganku
Seandainya kau tau aku ‘kan selalu cinta
Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini

Kelak kau ‘kan menjalani hidupmu sendiri
Melukai kenangan yang telah kita lalui
Kau akan terbang jauh menembus awan
Memulai kisah baru tanpa diriku

Seandainya kau tau ku tak ingin kau pergi
Meninggalkan ku sendiri bersama bayanganku
Seandainya kau tau aku ‘kan selalu cinta
Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini

seandainya by vierra

Kamis, 29 Juli 2010

tukang kebab

aku teringat kisah cinta temanku. simak ya.

. . .

aku telah menjatuhkan pilihan hidupku. dari sekarang untuk selamanya. mungkin, hanya takdir tuhan yang akan menghancurkan pilihan ini.
aku telah menunggu saat - saat seperti ini. sudah satu tahun hubunganku dengannya bagaikan tiang gantungan, tidak jelas. sampai di sebuah kesempatan. aku berkesempatan menginjakkan kaki di tanah suci, aku berdoa di tempat yang paling mustajab.
"ya Allah, jika dia baik untukku. beri aku kesempatan menjadi bagian hidupnya"
dan memang tempat itu mustajab sekali. setiba dari sana, beberapa hari setelah kejadian itu. aku telah menjadi bagian hidupnya. cobaan demi cobaan aku jalani. aku tepis segala rasa untuk berpisah dengannya.
jika orang berbicara
"yaudah si. masih banyak wanita yang lain. lu masih muda"
"udah putusin aje, kagak ada kerjaan lu. setia amat dah"
"cewek tuh gak cuma satu. masih banyak. slow aja"
"jodoh ditangan tuhan boy, slow aja"
biarkan saja mereka berbicara. saya adalah saya, hidup saya adalah hidup saya. kamu tidak berhak mengatur. jika jodoh ditangan Tuhan, kenapa aku tidak mencoba untuk mentepakan jodoh ku sekarang ?
insya ALLAH di masa depan dia akan menjadi istriku. amin

. . .

pelajaran yang bisa saya ambil
1. tidak salah untuk berdoa seperti itu kepada Allah, malah kata Allah "Aku tidak tega untuk menolak doa hambaku"
2. ya memang hidup lo ditentuin ama lo. kalo lu mau jatohin jodoh lu sekarang, kenapa gak ? mungkin aja dia jadi jodoh lu sebenarnya kan ? so why ?
3. gua cuma bisa mengAMINi semua doa temen gua itu

see ya !