terkadang
cinta berawal dari saling bertukar senyum
walau kita sendiri sering salah mengartikan senyum itu
dari sebuah senyumlah
kau menyadarkanku
bahwa di tempat ini
ada dirimu
. . .
hari itu aku berangkat ke sekolah dengan perasaan biasa, padahal hari itu adalah UAS. yah, seperti biasa. setiap tahun selalu ada moment ini. tidak seperti UAS ku yang lain. entah kenapa bagian kurikulum sengaja menyampur kelas ku dengan kelas sebelah. hanya sedikit kelas sebelah yang aku kenal, jadi yah begitu. aku sering diam di kelas saat UAS.
hari pertama aku hanya mengamati anak - anak kelas sebelah, perilaku mereka tidak berbeda jauh dengan kelasku. lucu dan menggemaskan. walau aku tidak terlalu akrab dengan kelas tersebut. seperti biasa, aku belajar dengan sebagian teman kelas ku yang terdampar di ruangan UAS ini.
FISIKA
aku ingat pelajaran kesukaan orang stres ini. tapi kenapa aku dulu juga sempat suka. i dont know lah. hahahahaha.
suasana saat mata pelajaran ini di UAS kan sangat berbeda. tenang dan 30 menit setelahnya agak berisik. aku yang tidak bisa banyak juga menjadi bagian dari pembuat kebisingan itu. yak nomor demi nomor telah terisi, tinggal menunggu pengumpulan kertas ujian ini.
sambil menunggu, aku melihat sekeliling. melihat remaja - remaja yang kebingungan mengerjai soal ini. entah kenapa pandangan ini tertegun pada satu sosok wanita. hey, kenapa aku ini. seperti tidak pernah melihat wanita saja. berulang kali aku melihatnya, yasudahlah aku tidur saja daripada aku terus melihat dia.
(bel berbunyi)
selesai juga 2 jam waktu pengerjaan UAS kali ini. entah kenapa aku ingin melihat kebelakang. ketika aku menengok, jantung ini berdetak dengan irama berbeda. aku melihat wanita itu, dan wanita itu juga. aku tidak tahu harus apa. dasar remaja aneh. hahahaha, aku melempar senyuman kepadanya dan dia membalas. sebuah hal yang berbeda dengan senyuman wanita lain.
"apaan sih" perkataan dalam hati
yasudahlah, aku bergegas mengumpulkan lembar ujian dan keluar kelas. tak habis pikir, hahahahah. di luar sana aku melihat wanita itu, aku mengejarnya.
"hai tunggu, namamu siapa ?" aku bertanya dengan tampang tak berdosa
"mawar, kamu siapa?" dia menjawab dengan senyum
"joni"
dia lalu berlalu dan aku diam di tempat, tak habis pikir kenapa wanita itu ada di pikiranku hingga saat ini.
. . .
tahiti 80 - heartbeat