"zazkia, bisakah esok kita bertemu. di jembatan merah. tempat biasa kita bermain ?"
aku mengirimkan sebuah pesan singkat melalu handphone jelekku. debar jantung mengiringi setiap keringat yang jatuh. pikiran - pikiran mulai merasuki jiwa ini, antara dia membaca dan membalas sms ku atau mengacuhkan sms ku.
aku ingin mencintaimu / seperti kupu - kupu / yang membutuhkan proses yang cukup lama / untuk menjadi indah
berkali-kali aku melihat handphone ku. tak kunjung aku menerima balasan darinya. apakah dia tidak tahu keadaan aku disini sungguh tersiksa. berharap kau membalas sms ku.
detik demi detik, jam demi jam. malam makin larut, aku pun memutuskan untuk tidur. sementara nun jauh disana. zazkia belulm membalas sms ku. apakah dia tidak mempedulikan sms ku ? atau dia malu ? atau aku hanya berprasangka buruk kepada temanku sejak SD ini.
aku ingin mencintaimu / dengan kata demi kata / yang tak pernah terucap langsung / karena kebuntuan akal untuk mencari jalan itu
"maaf yusuf. semalam handpone ku mati. baik besok kita bertemu disana (: "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar